SPIRITUALITAS DALAM MARKETING

Posted by Muslim Konsultan Psikologis on 11.17

Ketika kita ingat sejarah perkembangan manusia, maka kita mengenal pada masa itu dengan adanya istilah jawara. Orang berkuasa atas lingkungan sekitarnya atau masyarakatnya karena dia kuat phisiknya, ahli memainkan golok dan sebagainya, itulah jawara.

Keberadaan jawara ini tidaklah langgeng, karena kenyataanya seorang jawara dapat disingkirkan oleh kekuasaan. Siapa yang berkuasa, dialah yang bisa mengendalikan para jawara-jawara tersebut.


Perkembangan jaman bergeser, ketika orang-orang tidak tertarik lagi dengan kekuasaan. Kekuasaan kenyataanya dapat dipengaruhi oleh kepintaran. Bahkan dengan kepintaran mampu mengendalikan kekuasaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kepintarannya Jepang dalam menguasai teknologi, maka tidak aneh ketika seseorang dengan candanya bercerita bahwa sebongkah besi dan baja kita kirim ke Jepang lalu besi dan baja tersebut diblender, maka kembalilah ke kita berupa innova dengan harga 600 jt. Sebongkah besi dan baja kita kirim ke Jerman lalu besi dan baja tersebut diblender, maka kembalilah ke kita berupa Mercedes dengan harga 1.4 milyar. Dan apa yang terjadi jika besi dan baja kita kirim ke Cibatu (tempat pandai besi di jawa-barat), paling banter jadi sebilah golok dengan harga cuman 50rb-an.

Sepertinya kepintaran itu menjanjikan, tapi benarkah demikian!. Kenyataannya banyak masyarakat di Jepang maupun negara-negara yang mengandalkan kepintaran semata masyarakatnya stress, hanya karena mereka tidak tahu lagi apa sebenarnya yang mereka cari ketika semua yang selama ini mereka perjuangkan tercapai.
Kecerdasan manusia semakin bertambah, ketika semua kekuatan yang berorientasi kepada lahiriah itu tidaklah membawa kebahagian hakiki, bahkan tidak sedikit justru membuahkan penyesalan kehidupan manusia pada akhirnya. Saat ini orang lebih menilai dari keberadaan atau kondisi spritualnya daripada kekuatan phisik atau kekuasaan, maupun kecerdasan otaknya.

Secara jujur, ketika kita harus memilih seorang kandidat pimpinan, mana yang harus kita pilih pimpinan pandai tapi tidak jujur atau pimpinan pandainya biasa-biasa saja namun dia jujur!. Kita sepakat pada kebanyakan orang akan memilih kriteria yang kedua. Itulah spiritual!.

Sejauhmana konsep spiritual itu mempengaruhi dalam bidang marketing khususnya ?.


Mudah-mudahan bisa dijadikan bahan diskusi. Terima Kasih.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 11.17

0 komentar:

Posting Komentar

CB