THINK AND THANKS

Posted by Muslim Konsultan Psikologis on 13.29


Seringkali kita mengira hidup akan menjadi lebih baik ketika kita mendapatkan promosi di tempat kerja kita, menjadi seorang pimpinan misalnya, namun kebahagiaan itu terasa hanya sesaat saja, karena kita merasa kesal, waktu, tenaga dan pikiran kita habis hanya untuk mengawasi bawahan kita yang tidak produktif.
Seringkali kita mengira hidup ini akan terasa lengkap dengan kita memiliki pasangan hidup, namun kebahagiaan itu hanya sesaat, kita merasa kecewa, karena adanya kekurangan yang dimiliki pasangan kita.
Seringkali kita mengira hidup ini akan menyenangkan ketika kita memiliki gaji yang lebih tinggi, namun kebahagiaan itu hanya sesaat saja, karena gaji kita masih terasa kurang untuk memenuhi semua keinginan kita.
Ketika mendapat cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas juga menggerutu.
Inikah kehidupan ?
Kebahagiaan hanya bisa dirasakan sesaat saja ?
Untuk selanjutnya timbul masalah-masalah baru yang lebih berat ?

Lalu dimana kebahagiaan bersembunyi?
·         Mulailah mensyukuri dari hal terkecil yang kita miliki dan hal terkecil yang kita alami.
·         Mulailah belajar memberi & berhentilah meminta/menuntut kepada siapapun.
·         Berhentilah menyalahkan orang lain atas kesulitan yang kita alami.
·         Jadilah seseorang yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini.

Dan demi waktu yang terus berjalan, hanya waktu yang bisa membuktikan.

·         Mungkin kita butuh waktu untuk berterima kasih kepada sesuap nasi yang kita makan.
·         Mungkin kita butuh waktu untuk bisa menghargai setiap tetes keringat orang lain.
·         Mungkin kita butuh waktu untuk menyadari kehadiran kita dimuka bumi ini.

Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi bijaksanalah untuk bisa selalu think and thanks (berpikir, kemudian berterima kasih).

Banyak Menuntut Bikin Sakit Hati !!!
-----------------------------------------

Kesulitan pemimpin bukanlah karena sulit mengendalikan bawahan, namun mengendalikan diri sendiri.

Bukan karena tujuan yang membuat kita lemah dalam meraih cita-cita kita, tapi lebih karena kita selalu sulit mengenali potensi yang ada dalam diri kita.


Pemimpin adalah pemimpi. Karena mimpi adalah setengah cita – cita, cita – cita adalah setengah usaha, usaha adalah setengah kesuksesan.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 13.29

0 komentar:

Posting Komentar

CB