Marencanakan Yang Tidak Direncanakan

Posted by Muslim Konsultan Psikologis on 07.43

Bagaimana jadinya jika rencana bisnis dan rencana marketing kita bergantung keputusan dari sebuah instansi diluar wewenang perusahaan kita? Hal ini terasa menyerahkan nasib kita ke tangan orang lain. Seperti tidak ada control, monitor dan evaluasi untuk menyikapi keputusan dan kebijakan dari instansi tersebut. Bahkan langkah antisipasi pun terasa sia-sia tanpa makna.
Benarkah sikap kita tersebut? Menyerahkan nahkoda perusahaan kepada kalangan birokrat. Kita semua paham, Keputusan dan kebijakan yang dibuat birokrat pun sulit diprediksi. Bahkan teramat sulit diprediksi, keputusan dan kebijakan bisa jadi tidak sejalan kondisi dilapangan. Keputusan dan kebijakan pun bisa tidak sesuai dengan etika bisnis dan etika moral. Karena semua itu berbeda arah dan kepentingan.
Lalu bagaimana tugas kita sebagai praktisi?

"MERENCANAKAN YANG TIDAK DIRENCANAKAN"
1. Kita dapat memulai dari proses perencanaan keuangan.
Persiapkan anggaran tambahan diluar dari anggaran normal. Tergantung besar kecilnya pengaruh yang ditimbulkan dari keputusan dan kebijakan tersebut. Jika kebijakan tersebut dinilai dapat mengganggu iklim bisnis perusahaan secara keseluruhan, alangkah bijaknya jika kita menyiapkan dana tambahan sebesar 100% dari anggaran normal.
Mengapa 100%?
Dengan anggaran tambahan 100%, sebagai anggaran operasional, Kita mempunyai waktu 1 tahun untuk mempelajari keputusan dan kebijakan tersebut. Dan berusaha mencari peluang untuk lolos dari lobang jarum.
'Dibalik kesusahan, pasti ada kemudahan'
Bagaimana jika kita TIDAK melakukan perubahan anggaran?
Dalam operasional perusahaan, kita akan mengalami guncangan yang sangat kuat. Waktu, pikiran dan tenaga habis terkuras, namun ketika kita terbentur anggaran, semua langkah antisipasi terasa sia-sia dan tidak dapat menyelamatkan perusahaan. Akhirnya operasional perusahaan berjalan hanya sekedar untuk menghabiskan anggaran yang ada, lalu menunggu waktu untuk "selesai".
2. Proses komunikasi internal berkaitan kesiapan fisik, mental dan tenaga dari seluruh sumber daya yang ada.
Sampaikan kepada seluruh karyawan, kita akan menghadapi guncangan kuat dalam mengarungi bahtera. Inventarisir analisa SWOT (Kekuatan vs Kekurangan ; Peluang vs Tantangan). Dalam kondisi 'unpredictable', yang bisa kita lakukan adalah proses SWOT In - Out. Memahami kekuatan kekuatan dan peluang yang dapat diciptakan dari sumber daya yang tersedia. Dengan Sumber daya yang ada, kita menyusun mengenai kekuatan yang dapat kita ciptakan dan pertahankan, termasuk kategori kekuatan dan daya tahan kekuatan itu sendiri.
3. Persiapkan waktu untuk selalu belajar.
Kita tidak dapat menebang pohon lebih banyak dan lebih cepat, jika kapak dan gergaji kita mulai tumpul. Sediakan waktu selalu mempelajari setiap kondisi yang terjadi. Sehingga kemampuan, visi dan insting (naluri) kita terasah dengan baik. Dan ketika terjadi perubahan yang menciptakan peluang atau tantangan, kita dapat mempertimbangkan dari berbagai sisi dan persepsi. Dan dalam proses pembelajaran, kita dapat sisipkan pemahaman mengenai loyalitas dan integritas.
Demikian artikel yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk kita semua... Amiin...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 07.43

0 komentar:

Posting Komentar

CB