Bahkan Urusan Seks Pun Anda Membutuhkan Hasrat dan Gairah

Posted by Muslim Konsultan Psikologis on 09.50


Ganteng Saja Tidak Cukup Untuk Mencapai Tangga Kesuksesan (bagian ke - 2)


Banyak factor yang Kita butuhkan bisa menjadi lebih baik dibandingkan orang lain. Jika kita mampu berbuat lebih baik atau kemampuan kita lebih baik dari orang lain, tidaklah akan cukup membawa kita ke tangga kesuksesan.

Saya pintar, akan ada banyak orang yang lebih pintar dari kita. Kita ganteng, namun masih banyak yang lebih ganteng dari diri kita. Kita memerlukan kombinasi yang membedakan kita dengan orang lain. Misalnya (hanya misalnya saja), selain ganteng dan cerdas, kita juga memiliki kemampuan merayu ala pria Itali dan mampu membuat syair puitis ala pujangga Yunani. Dan kombinasi tambahannya adalah kita memiliki jiwa romantis ala pria Perancis.


Jika kita tidak memiliki perbedaan yang menjadi daya tarik, hal ini akan membawa kita pada kerumunan orang-orang yang ganteng dan cerdas. Semua akan Nampak sama dan kita pun tenggelam dari kerumunan yang semakin padat tersebut. Lebih baik saja tidak cukup untuk membuat diri kita tampak menarik dan diminati.

Lalu bagaimana kita melepaskan diri dari keerumunan orang-orang yang ganteng dan orang yang cerdas?

It’s better to be different than to be better

Kadang kita mencoba meniru sesuatu yang kita anggap baik, hebat dan trendsetter. Keinginan untuk dianggap hebat dan trendy pun mendominasi konsep pemikiran dan kharakter kita.

Tidak dapat dimungkiri, imajinasi kita jauh untuk menggapai sesuatu yang diluar jangkauan kita. Kemampuan yang tidak adapun, kita paksakan ada. Kondisi lingkungan yang tidak mendukung pun, kita anggap sesuai dengan konsep diri kita.

Ada kecenderungan untuk meniru sesuatu yang saat ini menjadi perhatian dan sedang booming hari ini. Ada beberapa keterbatasan yang dapat kita lewati, namun perlu kita ingat, ada juga keterbatasan yang tidak dapat kita lewati.

Dan tidak semua keterbatasan yang tidak dapat kita lewati menunjukkan kekurangan diri kita, karena bisa jadi, keterbatasan tersebut membawa kita ke arah yang lebih baik. Seperti kacamata kuda, kita dituntun untuk selalu focus ke depan dengan menutup pandangan ke kanan dan ke kiri, sehingga kita dapat membimbing kita untuk focus ke depan.

Bagian atas ada contoh kasus yang dapat kita terapkan dalam kegiatan marketing dan service development.
Keberhasilan meraih hati pelanggan tidak hanya dengan factor hebat dan kecanggihan product kita (better). Didalam kerumunan yang sangat padat saat ini, pelanggan ditawarkan product-product yang mungkin sejenis, mirip atau mungkin lebih baik dari product yang kita tawarkan (Content).

Yup, yang perlu kita lakukan adalah, bagaimana product kita dilihat, dikenal lalu diminati pelanggan.
Melepaskan diri dari kerumunan adalah harga mati jika product kita ingin diminati. Karena hal itu langkah pertama product kita untuk dikenal.

Langkah selanjutnya adalah bagaimana product bisa menjadi pilihan. Product yang sama, namun pelayanan yang berbeda. Namun pelayanan yang kita berikan pun bahkan bisa ditiru, atau kita pun bisa meniru bentuk pelayanan dari tetangga sebelah (Context).

Cara kita mengemas product kita akan sangat berpengaruh terhadap harga dan persepsi pelanggan. Jangan sekali kepikiran untuk membandingkan harga dan pelayanan dalam menjual kopi di Warteg dan Starbucks. Karena hal ini bukan masalah uang, omzet atau profit. Tapi adalah masalah orang yang tepat dibidangnya. Dan ini adalah konsep. Konsep yang menjaga alur perusahaan, mulai dari menyiapkan produk, mendistribusikan produk bahkan hingga after sales service.

Lalu pilih orang - orang bersedia menjalankan konsep tersebut dengan hasrat dan gairah. Tanpa hasrat dan gairah, kita tidak dapat menjalankan hal sekecil apapun dengan baik. Bahkan untuk urusan seks pun, yang hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 2 jam, anda membutuhkan hasrat dan gairah. Bagaimana dengan urusan aktualisasi diri yang membutuhkan waktu kita 8 jam sehari, 40 jam sepekan? Masih berpikir untuk menghilangkan hasrat dan gairah Anda????

Resume :
1. Memilih product dan pelayanan dengan konsep yang tepat, terukur dan terarah.
2. Memunculkan perbedaan product dan pelayanan dengan tetangga sebelah.
3. Mengaitkan langkah 1 dan 2 sebagai sebuahkonsep yang terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan.
4. Pilihlah orang yang tepat untuk menjalankan konsep tersebut dengan hasrat dan gairah.

Tidak penting dimana kita hari ini. Yang lebih penting adalah, kemana, kapan dan bagaimana kita melangkah selanjutnya ke masa depan yang lebih baik.
Product boleh sama, Pelayanan Bisa ditiru, namun yang membedakan adalah konsep dan orang yang berada dibelakangnya.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 09.50

1 komentar:

CB